Bunda, Ini Pentingnya Latih Konsentrasi & Fokus Si Buah Hati Selama Belajar di Rumah

Dipublish Tanggal 16 October 2020 20:55:35

Lebih dari tiga bulan Si Buah Hati belajar di rumah, rasanya melelahkan ya Bunda, apalagi jika Si Buah Hati sulit untuk berkonsentrasi ketika mengerjakan tugas dari sekolah. Sehingga tugas harian tersebut tidak dapat diselesaikan tepat waktu. Mungkin, ia kesulitan untuk beradaptasi dari situasi belajar di rumah seperti sekarang ini, karena godaan ketika belajar di rumah jauh lebih besar dibandingkan dengan belajar di sekolah.

Ini sebenarnya adalah hal yang wajar. Menurut Menteri Pendidikan RI Nadiem Makarim dalam keterangannya pada kanal Youtube Kemendikbud awal Agustus 2020, perubahan kebiasaan dan keseharian anak selama belajar di rumah dapat mendistraksi fokus dan minat mereka untuk belajar, sehingga kemampuan mereka untuk menyerap ilmu dan pengetahuan pun menjadi berkurang.

Nah! Berikut ini adalah alasan kenapa Si Buah Hati menjadi sulit berkonsentrasi atau tidak fokus saat belajar dari rumah:

1. Pelajaran Diberikan Lewat Gadget

Belajar melalui gadget membuat Si Buah Hati menjadi lebih mudah teralihkan perhatiannya karena secara otomatis membuat ia lebih tertarik membuka aplikasi permainan dibandingan dengan mengerjakan tugas sekolah atau mengikuti kelas online. Berdasarkan riset Ada Apa Dengan COVID-19 yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), sebanyak 58% anak tidak senang dalam menjalani sistem Pembelajaran Jarak Jauh. Sistem PJJ secara daring yang telah berlangsung cukup lama pun menimbulkan rasa bosan dan jenuh akibat keterbatasan komunikasi, sosialisasi dan interaksi dengan teman, seperti sekolah biasanya.

 

1

 

2. Jadwal yang Tidak Sepadat Biasanya

Selama di rumah, aktivitas Si Buah Hati mungkin tidak sepadat saat ia bersekolah normal. Dengan energi berlebih yang dimiliki oleh Si Buah Hati, membuatnya ingin melakukan banyak kegiatan yang akhirnya menjadi lebih sulit fokus pada satu kegiatan. Cobalah untuk membuat agenda kegiatan selama belajar di rumah. Salah satu kegiatan yang berfungsi untuk meningkatkan konsentrasi adalah mewarnai. Bunda bisa ajak Si Buah Hati untuk mewarnai gambar dengan tema favoritnya.

 

3. Lingkungan Sekitar

Suasana lingkungan rumah atau tempat belajar juga bisa menjadi salah satu faktor membuat Si Buah Hati sulit untuk fokus dalam belajar. Contohnya, saat akan melakukan kelas online kondisi rumah terlalu bising dengan kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh keluarga. Usahakan Bunda menyiapkan satu area khusus untuk Si Buah Hati belajar.

 

1

 

4. Gangguan Psikologis & Emosional

 

Teori Triune Brain memaparkan bahwa agar fungsi eksekutif anak (bagian otak yang bertugas untuk mempelajari sesuatu) bisa berjalan optimal, otak perlu memastikan bahwa diri anak berada dalam kondisi aman dan nyaman. Aman berarti dia merasa tidak sedang dalam kondisi terancam dan nyaman berarti dia merasa dicintai dan diterima dalam keluarga maupun lingkungan sosialnya. Setelah dua kebutuhan dasar  mental anak tersebut terpenuhi, barulah otak anak dapat menjalankan fungsi eksekutifnya untuk belajar dengan tenang dan lebih optimal.

Berbagai kondisi di atas, bisa jadi sering membuat Si Buah Hati kesulitan untuk fokus belajar di rumah ya, Bunda. Namun, Bunda perlu terus mendukungnya agar ia bisa berkonsentrasi dalam belajar. Kenapa ini penting? Sebab belajar dengan penuh konsentrasi, dapat membantu Si Buah Hati supaya:

 

1. Tidak Gampang Terganggu Saat Belajar

Ketika Si Buah Hati sudah bisa fokus dan konsentrasi belajar, maka ia tidak akan mudah terganggu dengan lingkungan di sekitarnya.

 

2. Lebih Mudah Menyerap Pelajaran

Semakin banyak dan sulit hal yang dipelajari, semakin banyak fokus yang dibutuhkan Si Buah Hati. Untuk itu, Si Buah Hati perlu berkonsentrasi dan fokus ketika mengikuti kelas online, agar dapat menyerap mata pelajaran dengan baik.

 

3. Bisa Membantu dalam Menjawab Soal Pelajaran

Melatih konsentrasi juga dapat membuat Si Buah Hati menjadi lebih tenang ketika menjawab pertanyaan di soal yang diberikan oleh sekolah.

 

4. Bantu Meningkatkan Rasa Percaya Diri

 

Menurut Eric Erikson, anak usia 6-12 tahun berada dalam tingkat perkembangan psikososial ke-5 yaitu Industry vs Inferiority. Anak usia ini mengalami berbagai macam interaksi sosial dengan orang tua, guru dan teman seusianya, dan mengolahnya menjadi dua hal: percaya diri dan rendah diri. Keduanya tentu sangat berpengaruh pada kemampuan anak untuk belajar, jika anak merasa percaya diri anak akan lebih bisa menerima tantangan dalam belajar, mau mencoba dan belajar hal yang baru.

 

1

 

Yuk Bunda, terus dukung Si Buah Hati untuk fokus dan konsentrasi dalam belajar! Berikan ia rasa aman, nyaman, dan tentunya selalu berikan nutrisi yang lengkap supaya ia bisa lebih fokus saat belajar di rumah. Jangan lupa, cukupi kebutuhan DHA Si Buah Hati untuk dukung proses belajarnya. Lengkapi asupan DHA Si Buah Hati dengan memberikan DANCOW FortiGro Instant yang kini mengandung 2X DHA dari formula sebelumnya. Selain itu, DANCOW FortiGro juga merupakan sumber Protein, Kalsium, Zat Besi, Zink, serta Vitamin A, B1, B2, B3, B6, B12, C, D, E, dan Omega 6 yang dapat membantu memenuhi asupan gizi hariannya. DHA dan Omega 6 terdapat pada DANCOW FortiGro Instant kemasan boks.